Minggu, 20 Februari 2011

Analisis Laporan Keuangan

1. Pengertian Laporan Keuangan
Laporan Keuangan juga melaporkan prestasi historis dari suatu perusahaan dan memberikan dasar, bersama dengan analisis bisnis dan ekonomi, untuk membuat proyeksi dan peramalan untuk masa depan (J. Fred Weston & Thomas E. Copeland, 1994: 24). Laporan keuangan adalah laporan yang memuat hasil-hasil perhitungan dari proses akuntansi yang menunjukkan kinerja keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu.

2. Keterbatasan Laporan Keuangan
Laporan keuangan mempunyai kelemahan:
a. Laporan keuangan yang dibuat secara periodik pada dasarnya merupakan laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang sifatnya sementara;
b. Laporan keuangan menunjukan angka yang kelihatanya bersifat pasti dan tepat, tetapi dasar
c. penyusunannya dengan standar nilai yang mungkin berbeda atau berubah-ubah;
d. Laporan keuangan tidak dapat mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan;
e. Laporan keuangan bersifat sejarah (histories) yang merupakan laporan kejadian-kejadian di masa lalu atau yang telah lewat;
f. Laporan keuangan itu bersifat umum, dan bukan untuk memenuhi keperluan tiap-tiap pemakai;
g. Laporan keuangan itu bersifat konservatif dalam sikapnya menghadapi ketidakpastian;
h. Laporan keuangan lebih menekankan keadaan yang sebenarya dilihat dari sudut ekonomi daripada berpegang pada formilnya; dan
i. Laporan keuangan menggunakan istilah-istilah tekhnis, sering terdapat istilah-istilah yang umum tetapi diberi pengertian yang khusus.

Prepared by Ridwan Iskandar Sudayat, SE.
Keterbatasan Laporan Keuangan dengan melihat beberapa sifat laporan keuangan tersebut di atas maka dapat dilihat bahwa laporan keuangan itu mempunyai beberapa keterbatasan antara lain:
1. Laporan keuangan dibuat antara waktu tertentu (interm report) dan bukan merupakan laporan final.
2. Adanya beberapa standar nilai yang bergabung. Beberapa aktiva, biasanya aktiva tetap dilaporkan berdasarkan harga perolehan dikurangi dengan akumulasi penghapusannya, karenanya nilai aktiva
itu dalam laporan keuangan akan tercantum sebesar nilai bukunya.
3. Adanya pengaruh daya beli uang berubah. Daya beli uang dari hari kehari selalu berubah sesuai dengan kehidupan perekonomian sehari-hari.
4. Adanya faktor-faktor yang tidak dinyatakan dengan uang, Laporan keuangan adalah akumulasi dari kejadian-kejadian atau transaksi-transaksi perusahaan yang dapat dinyatakan dengan satuan uang.
5. Laporan keuangan bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat, oleh karena itu laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.
6. Laporan keuangan bersifat umum dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak-pihak tertentu.
7. Proses penyusunan iaporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran - taksiran dan berbagai pertimbangan.
8. Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material.
9. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian. Bila terdapat beberapa kemungkinan konklusi yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos, maka lazimnya dipilih alternatif yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil.
10. Laporan keuangan lebih menekankan pada makna ekonomi suatu peristiwa / transaksi dari pada bentuk hukumnya (formalitas).
11. Laporan keuangan di susun dengan istlah-istilah teknis.
12. Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomi dan tingkat kesuksesan antar perusahaan.
13. Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dikuantifikasikan umumnya diabaikan.
14. Nilai yang tercantum dineraca hanyalah nilai pada suatu saat tertentu saja.
15. Analisis harus menyadari kemungkinan adanya suatu window dressing.
16. Nilai beli rupiah makin lemah.

3. Tujuan Laporan Keuangan
Menurut PSAK (2004) tujuan laporan keuangan utk tujuan umum adl menyediakan informasi yg menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan yg bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi serta menunjukkan kinerja yg telah dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yg dipercayakan kepadanya.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan meliputi:
1. Aktiva
2. Kewajiban
3. Ekuitas
4. Pendapatan dan beban termasuk keuntungan
5. Arus kas
Informasi tersebut di atas beserta informasi lain yg terdapat dalam catatan laporan keuangan membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa depan khusus dalam hal waktu dan kepastian diperoleh kas dan setara kas.


Tujuan laporan keuangan menurut APB Statement No. 4 dapat dirumuskan dengan skema sebagai berikut :
Tujuan Khusus Menyajikan laporan:
1. Posisi keuangan
2. Hasil usaha
3. Perubahan posisi keuangan secara wajar sesuai dengan GAAP
Tujuan UmumMemberikan informasi :
1. Sumber ekonomi
2. Kewajiban
3. Kekayaan bersih
4. Proyeksi laba
5. Perubahan harta dan
Tujuan Kualitatif
1. Relevance
2. Understandability
3. Verifiability
4. Neutrality
5. Timelines
6. Comparability
7. Completeness
Sumber: Sofyan Syafri Harahap: Teori akuntansi, Rajawali pers. Jakarta 2000.
Sedangkan menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1, paragraf 12 menyatakan bahwa :
“Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi”. Demikianlah beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli tentang tujuan laporan keuangan, meskipun terdapat beberapa perbedaan namun kesemuanya itu dapat menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam suatu laporan keuangan.

4. Bentuk-bentuk Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan biasanya terdiri:
a. Neraca: laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu menunjukkan posisi keuangan (aktiva, utang dan modal) pada saat tertentu.
Tujuan neraca adalah menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada waktu di mana buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiskal atau tahun kalender (misalnya pada tanggal 31 Desember 200x)
b. Laporan laba rugi: suatu laporan yang menunjukkan pendapatan dari penjualan, berbagai biaya, dan laba yang diperoleh oleh perusahaan selama periode tertentu
c. Laporan saldo laba: menunjukkan perubahan laba ditahan selama periode tertentu.
d. Laporan arus kas: Menujukkan arus kas selama periode tertentu.
e. Catatan atas laporan keuangan: berisi rincian neraca dan laporan laba rugi, kebijakan akuntansi, dan lain sebagainya.

5. Analisa Keuangan
• Analisa rasio keuangan
Pengertian “ Rasio “ merupakan alat yang dinyatakan dalam arithmetical term yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua macam data finansial
• Analisa kekuatan dan kelemahan finansial

a. Analisa ratio
o Suatu cara untuk menganalisa hubungan dari berbagai pos dalam suatu laporan keuangan
o Hasil dan analisa ini merupakan dasar untuk dapat menintrepretasikan kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan

b. Dua cara perbandingan
1) Membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan rasio-rasio dari waktu-waktu yang lalu (ratio histories) atau dengan rasio-rasio yang diperkirakan untuk waktu-waktu yang akan datang dari perusahaan yang sama
2) Membandingkan rasio-rasio dari suatu perusahaan (rasio perusahaan) dengan rasio-rasio semacam dari perusahaan lain yang sejenis atau industri (ratio industry/ratio standart) untuk waktu yang sama.

c. Katergori Ratio Keuangan
• Menurut Lawrence D. Schall dan Charles W. Haley, yaitu :
– Liquidity ratio indicate the company,s capacity to meet short run obligations
– Leverage ratio indicate the company,s to meet its long term and short term debt obligation
– Activity ratio indicate how effectively the company ISSN using its assets
– Profitability ratio indicate the net returns on sales and assets

d. Macam rasio Berdasarkan sumbernya
• Rasio-rasio neraca (balance sheet ratios) – financial ratios
• Rasio-rasio laporan rugi dan laba (income statement ratios) – Operating ratios
• Rasio-rasio antar laporan ( interstatement rations) – Financial operating ratios

e. Pengelompokan Rasio
• Rasio likuiditas
– Rasio untuk mengukur likuiditas perusahaan
• Ratio leverage
– Rasio untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang
• Rasio-rasio aktivitas
– Rasio untuk mengukur seberapa besar efektifitas perusahaan dalam mengerjakan sumber-sumber dananya
• Rasio-rasio profitabilitas
– Rasio yang menunjukan hasil akhir dari sejumlah kebijaksanaan dan keputusan – keputusan

f. Banyak Macam Ratio
• Pada dasarnya amgka-angka ratio dapat dikelompokkan menjadi dua golongan :
– Ratio yang didasarkan pada sumber data keuangan
– Ratio disusun berdasarkan tujuan penganalisa dalam mengevaluasi perusahaan

g. Rasio likuiditas
1. Current ratio
Kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancer
2. Cash ratio (ratio of immediate solvency)
Kemampuan untuk membayar utang yang segera harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang dapat segera diuangkan.
3. Quick (acid test) ratio
Kemampuan untuk membayar utang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid (quick assets)
4. Working capital to total assets ratio
Likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja (netto)

h. Ratio Leverage
1. Total debt to equity ratio
Bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk keseluruhan utang
2. Total debt to total capital assets
Beberapa bagian dari keseluruhan kebutuhan dana yang dibelanjai dengan utang atau berapa bagian dari aktiva yang digunakan untuk menjamin utang.
3. Long term debt to equity ratio
Bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk utang jangka panjang
4. Tangible assets debt coverage
Besarnya aktiva tetap tangible yang digunakan untuk menjamin utang jangka panjang setiap rupiahnya
5. Times interest earned ratio
Besarnya jaminan keuntungan untuk membayar bunga utang jangka panjang

i. Ratio Aktivitas
1. Total assets turnover
Kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva berputar dalam suatu periode tertentu atau kemampuan modal yang diinvestasikan untuk menghasilkan revenue
2. Receivable turnover
Kemampuan dana yang tertanam dalam piutang dalam piutang berputar dalam suatu periode tertentu.
3. Average collection period
Periode rata-rata yang diperlukan untuk mengumpulkan piutang
4. Inventory turnover
Kemampuan dana yang tertanam dalam inventory berputar dalam suatu periode tertentu atau likuiditas dari inventory dan tendensi untuk adanya overstock
5. Average day’s inventory
Periode menahan persediaan rata-rata periode rata-rata persediaan barang berada digudang.
6. Working capital turnover
Kemampuan modal kerja (netto) berputar dalam suatu periode siklis kas ( cash cycle ) dari perusahaan.

j. Ratio Profitabilitas /Keuntungan
1. Gross profit margin
Laba bruto per rupiah penjualan.
2. Operating income ratio (Operating profit margin)
Laba operasi sebelum bunga dan pajak (netto operating income ) yang dihasilkan oleh
setiap rupiah penjualan.
3. Operating ratio
Biaya operasi per rupiah penjualan, makin besar rasio ini semakin buruk
4. Net profit margin
Keuntungan netto per rupiah penjulan.
5. Earning power of total investment (Rate of return an total assets)
Kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi semua investor.
6. Net earning power ratio (Rate of return on invesment/ROI)
Kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan netto
7. Rate or return for the owners (Rate of return on net worth)
Kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham preferen dan saham biasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar